Oct 9, 2012

Kurasa..



Aku masih punya sejuta pertanyaan untukmu. Sejuta pertanyaan yang selalu kubuatkan sendiri jawabannya. Salah satunya adalah "do you love me? and why?".

Kurasa ya, kau mencintaiku. Masih kuingat isi pesan singkatmu beberapa hari yang lalu, "pernahkah kubilang I Love You?". Kubalas, "tidak. Tapi kau pernah bilang kau jatuh cinta" entah kepada siapa.  Tapi aku merasa itu aku. Ya, anggaplah yang kau kirimkan "love" itu aku. :) Then, aku menjawab pertanyaanku sendiri.

Kurasa..
Kau mencintaiku lewat tulisanku. Tulisanku yang menyapamu tiap saat. Tulisanku yang seakan-akan kaulah dunia tulisku. Jemariku lancar mengetik rasaku terhadapku. Tulisanku yang lebih kau mengerti maksudnya. Namun, lidahku tak seperti itu. Mungkin itu sebabnya.

Kurasa..
Kau mencintaiku karena aku.

Kurasa..
Ketika aku tak lagi menulismu dan aku sudah tak ada, kau berhenti mencintaiku.




**
Aku sedang suka mendengar kata cinta akhir-akhir ini :)

Sep 28, 2012

m. n. h. a








belum pernah kutulis tentangmu
itu karena pada awalnya aku hanya ingin menganggapmu biasa saja.
hingga tulisan ini selesaipun aku masih ingin menganggapmu biasa.






^.^




Sep 26, 2012

Saya selalu mengagumi siapa saja yang mengabadikan pikiran dan perasaannya dalam bentuk tulisan.

Saya percaya bahwa menulis merupakan cara paling indah untuk menyimpan ingatan—ia bukan hanya tentang menyusun kata-kata menjadi kalimat dan paragraf, tetapi sebuah upaya serius untuk memindahkan ‘dunia personal si penulis’ menuju ‘dunia baru’ yang bisa dimasuki para pembacanya.

Para penulis adalah mereka yang membagi gagasan, perasaan, pengalaman, dan sistem keyakinan yang mereka miliki agar bisa memberi nilai pada orang lain.

Pada titik ini, tak diragukan lagi, menulis adalah sebuah kemegahan.


-Fahd Djibran-