Nov 12, 2013
Selembar kisah lalu. Ia yang berdebu, terpisah dari jilidan buku. Ia ditiup angin, terbang menggapai-gapai. Hanya selembar kertas dengan tulisan bertinta hitam. Yang pernah ditetesi air mata oleh penulisnya. Yang pernah mengukir senyum dirinya. Hanya kertas yg terpisah dari jilidannya. Dan angin tetap membawanya pergi.. Mungkin angin menyukai kisah dilembar itu. Ya, mungkin saja.
Nov 5, 2013
Hi there!
Ga mungkin hidup kita lampu hijau terus. Pasti ada lampu merahnya. Lampu merahnya juga ga mungkin terus-terusan. Yang penting dalam hidup itu, setelah lampu merah berganti lampu hijau, kita siap untuk maju lagi apa ngga? Jangan sampai semangatnya mandek sampai diklaksonin sama kendaraan di belakang. :)
So, cheers!
**
Catatan dari diri sendiri untuk diri sendiri dan insyaAllah bisa dibagi untuk kalian. Catatan dari mahasiswa yang pernah dibantai saat seminar hasil, terpuruk namun berjuang bangkit kembali, yang mengejar waktu, membuktikan pada mereka yang menertawakan, membuktikan kepada ayah-ibu dan diri sendiri, yang menyadari dan meyakini bahwa Allah selalu lebih besar daripada masalah-masalah yang dia hadapi. Catatan yang dibuatnya menjelang ujian meja.
Bismillahi tawakaltu alallah..
So, cheers!
**
Catatan dari diri sendiri untuk diri sendiri dan insyaAllah bisa dibagi untuk kalian. Catatan dari mahasiswa yang pernah dibantai saat seminar hasil, terpuruk namun berjuang bangkit kembali, yang mengejar waktu, membuktikan pada mereka yang menertawakan, membuktikan kepada ayah-ibu dan diri sendiri, yang menyadari dan meyakini bahwa Allah selalu lebih besar daripada masalah-masalah yang dia hadapi. Catatan yang dibuatnya menjelang ujian meja.
Bismillahi tawakaltu alallah..
Oct 16, 2013
Dialogmu. Dialogku.
Kau telah di rumah. Mengapa masih ingin pulang? Dimanakah rumahmu yg sebenarnya? Bukan disini? Bukankah ini rumah yang kau bangun penuh cinta, keringat, air mata dan doa? Yang kau bangun untukku. Untuk kita. Dan keluarga kecil kita. Sayangku, apakah tak cukup aku menantimu setia di meja makan? Menemanimu hingga terlelap?Kau, pulanglah...
Subscribe to:
Posts (Atom)