Sepertinya mengajar membuat kita tetap menjadi seorang pembelajar. Saya masih menuntut seorang guru memiliki wawasan yang lebih luas dibanding muridnya. Lebih semangat membaca, menulis. Lebih dapat menjaga tutur katanya. Ya, guru harus 'lebih' dari muridnya. Lebih dalam arti positif tentunya. Menjadi pendidikpun tidak hanya asal mendidik.
Ya, mungkin ini yang dinamakan idealis.
Idealis seringkali kalah dari realistis.
Tapi biarlah..
Dec 13, 2013
Dec 4, 2013
XVII (I do not love you…)
I do not love you as if you were salt-rose, or topaz,
or the arrow of carnations the fire shoots off.
I love you as certain dark things are to be loved,
in secret, between the shadow and the soul.
I love you as the plant that never blooms
but carries in itself the light of hidden flowers;
thanks to your love a certain solid fragrance,
risen from the earth, lives darkly in my body.
I love you without knowing how, or when, or from where.
I love you straightforwardly, without complexities or pride;
so I love you because I know no other way
than this: where I does not exist, nor you,
so close that your hand on my chest is my hand,
so close that your eyes close as I fall asleep.
Pablo Neruda
Nov 13, 2013
1st: FINISH WHAT YOU’VE STARTED
Alhamdulillah.. Skripsi selesai. ^^
Meski didetik-detik akhir, saya masih tetap percaya bahwa saya pasti bisa menyelesaikan apa yang saya mulai setahun lalu. Tak henti-henti rasa syukur terucap. Setelah melewati crisis moments dengan dukungan orang-orang yang luar biasa, pada tanggal 12-11-13 saya diijinkanNya meraih gelar S.Pd dengan predikat Pujian. Tidaklah mudah mencapainya dan tidak mudah pula menyandangnya. Saya sadar sesadar-sadarnya akan beban dan tanggungjawab kepada masyarakat sebagai seorang sarjana. Sayapun sadar this is only a beginning of my journey.
..dan pada akhirnya skripsi yang baik adalah skripsi yang selesai- Anies Baswedan.
Untuk teman-teman seperjuangan yang masih berjuang membahagiakan bapak-ibu di kampung dengan gelar kesarjanaan kita, semangatlah! Semester 9ku ini mengajarkan banyak hal dan saya tidak menyesalinya. Semoga semester 9mu juga demikian. Tak ada penelitian yang mudah. Yakin pasti selesai. Saya juga mengalami kesulitan dalam penyelesaian skripsi. Muak, frustasi, hopeless, mengulang, ditertawakan, ya saya juga mengalami semua itu. Tapi, saya tidak mau membuat mereka senang melihat saya sebagai orang yang menyerah. Saya bangkit meski air mata belum kering, merombak instrumen, merencanakan penelitian ulang dan sebagainya dengan satu hal dibenak saya, "Saya akan buktikan, saya bisa, pasti bisa dan memang bisa. I won’t let you down, Ayah, Ibu”. Ya, semester 8 hingga 9 saya memang keras. Tapi semester inilah saya merasa Allah saaaaaangat sayang sama saya. Ia tidak mau saya melupakanNya, saya tetap ditegur, disapa, disayang dan dirahmati. :')
Tetaplah meminta kepadaNya. Usahakan semaksimal mungkin. Serahkan semuanya kepadaNya. Allahlah yang mengatur semua makhlukNya.
…yang penting dikerja, nak. kalo nda dikerja, ya nda selesai-selesai- Ayah.
Subscribe to:
Posts (Atom)
