Mar 14, 2010

you know what..?

Now I know. Pacaran itu bikin addict! Beneran deh! Gw udah survei tmen-tmen smpe senior gw, yang br putus sm pacarnya and yang punya mantan lebih dari 5! Besides gw jg turun langsung nyoba yang namanya pacaran. That’s why gw bisa nyimpulin kea gitu. Gw baru sekali pacaran. Sama senior gw di kampus. Hal yang melatar-belakangi niat gw bwt pacaran, ya karena gw pengen tau gimana rasanya! Background keluarga gw dari pesantren yang semuanya of course pake jilbab (ada yang pake cadar, malah!) jelas haram tuh yang namanya pacaran! Tapi, kesempatan waktu itu menurut gw nggak bakal datang 2 kali. Gw sih nolak pertamanya, alasannya karena doi jg baru putus sama pacarnya yang jg MABA kea gw. Takutnya nanti gw cm jadi pelarian, gitu. Gw udah agak mati rasa sbenernya. Lagi malas bwt deket2an sm cowo. Pengennya ngejalanin semester pertama gw dengan senang, bebas, ceria bareng tmen2 baru gw, tp ya sperti gw bilang td, i want to know how does it feel. So, i said: Okay. We’ll try it.

Tadaaaaa!! Jadilah kami! Hhahah! Selama ini gw sering nanya2 dalam hati, mikir2 sndiri dalam benak gw, ttg pacaran. Orang pacaran itu ngapain, kenapa musti pacaran, pacaran bisa ngefek ke arah negative nggak, pacaran ngebosenin nggak, de el el. Finally, smw hipotesaku benar! Jawaban dari pertanyaanku satu per satu terjawab dengan sendirinya.

Pacaran itu adalah pelegalan atau legalisasi untuk megang-megang, membelai-belai, legalisasi untuk-yeah-bersayang2an, even more kissing (Oh God, naudzubillah!). Dengan kata lain, setelah proses penembakan ntu berhasil, kamu bakal jadi miliknya. Secara nggak langsung kamu terikat sama orang itu. Just like a doll in your hands, kamu bisa ngapain doi. Toh doi jg mau kok dianggap kea boneka (when you said “gw mau jadi pacar lo”). What a scary! Selain itu hadist dari Rasulullah SAW yang berbunyi: Lebih baik memegang bara api yang panas dari pada menyentuh kulit wanita yang bukan mahram.

Well, baiknya gw nyari referensi lebih banyak tentang hubungan lawan jenis dalam Islam. Yeah, selain bwt ngingetin diri sendiri jg bwt temen2.

Now i know. Kenapa si mantan gw itu buanyak bangeeddd mantannye. 20 LEBIH! Giling... bisa2nya gw jadian sama cowo yang udah jadi bekas 20 cewe? Sementara gw ASLI nggak pernah di jamah.

Pacaran bikin addict. Ada perasaan pengen diperatiin lagi pasca putus sama si mantan. Yea, semacam sindrom jablay lah.. pengennya dibelai muluu. Hha :D ! nggak tahan lama-lama jomblo, bukan berarti playboy. Asalkan doi pacaran setelah putus sm kamu, yah normal lah. Wajar ajah. Tapi statement gw ini bukan berarti gw pro sama yang namanya pacaran! Pacaran itu seperti udah jadi youth culture di Indonesia. Mulai dari gaya pacaran yang biasa-biasa aja, ngobral sayang, ngobral romantis-romantisan and even more gaya pacaran islami.

One thing is clear, pacaran itu tidak berkaitan dengan perencanaan pernikahan.

QS. Al-Isra: 32, “dan janganlah kamu mendekati zina.sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk”

Nabi bersabda, “Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka jangan sekali-kali dia bersendirian dengan seorang perempuan yang tidak mahramnya karena ketiganya adalah setan” (HR.Ahmad)

QS. An-Nur: 30-31 “Katakanlah kepada laki-laki mukmin hendaklah memalingkan pandangan (dari yang haram) dan menjaga kehormatan mereka. Dan katakanlah kepada kaum wanita hendaklah mereka meredupkan mata mereka dari yang haram dan menjaga kehormatan mereka.”

Selagi batasan-batasan diatas tidak dilanggar, maka pacaran hukumnya boleh. Tetapi persoalannya, mungkin nggak pacaran tanpa pandang-pandangan and menggandeng tangan, bercanda ria, kissing, dsb...? kalo mungkin, yah,,, gw SALUTT! Tapi kalo nggak, mending pending aja dulu niatannya. Zina itu kan ngga cuman dilakuin sama mulut, tangan, mata, hati, otak dan telinga, tapi juga hati! Even pacaran islami, menurut gw masih ada unsur zinanya. Ngga percaya? Coba telaah baik-baik. Pacaran itu berkenaan dengan perasaan. perasaan itu sumbernya dari hati. It means, pacaran juga maen hati! Kita coba bermain hati dengan seseorang yang belum tentu akan jadi masa depan kita. Mengusik tempat Allah di hati kita. Meski ngga pegang-pegangan, tatap-tatapan, berdua-duaan, dan bersayang-sayangan, tp hati ini telah berzina. Sadar atau tidak, kenyataannya memang telah seperti itu. Cinta membutakan nurani dan akal. Gw jg nggak yakin kalo gaya pacaran gw penuh dengan batasan2 itu. So, jangan coba-coba pacaran deh! Selain bikin addict, azab yang PEDIH siap menanti anda (naudzubillahimindzalik!). Bagi yang sedang in relationship, mmh... dari sekarang baiknya mengurangi intensitas ketemuan. Well, emang sih segala yang enak-enak itu pasti banyak larangannya. But, kita nggak selamanya di dunia ini. akhirat yang nggak tau kapan datangnya, (bisa tiba-tiba setelah kamu baca blog ini, atau besok pagi, who knows?) akan menutup pintu ampunanNya. Sia-sia orang yang baru beriman di hari akhir. Gw, sejak Januari kemaren mutusin bwt mengakhiri hubungan dgnnya karen takut dgn azabNya. Meski dalam hati gw jg kadang pengen jalan bareng lagi but itu semua gw anggap sebagai godaan nafsu. Menahan nafsu juga sebagian dari jihad kan?


Allahu Akbar!!




14 Maret 2010 || 2.26 PM

Mar 13, 2010

expect too MUCH !!

Just going to sleep, NOW !!
Don’t expect too much from a man,, anymore.
Hurt your self, huh?
Yes, you do.
You try to be an innocent girl.
But, look at yours. You just a mess!
You keep his words again. Just a simple words.
“..i’ll call you..” the you do expect him to call you tonight.
It’s 1.00 AM. And there’s NO call ..
You try –always- to be a positive –thinking girl.
You thought everybody would be nice to you.
But not every.
He, they i mean, waste their words.
I hate to believe all men’s says. Really.
Huh,, forget about that.
Don’t ever promise anything to me. If you just not so sure with that thing...


In my room. With my new blanket.
13 Maret 2010 || 1:19 AM

Mar 11, 2010

Semua Kurasa

Tanpa mampu ku berbagi. Semua yang ingin kubagi, hangus seketika sedetik sebelum ku menulisnya di lembaran putih yang akan mengingatkanku pada hari ini.
Kata-kataku menjadi begitu kaku. Mati. Membahasakan rasaku. Redaksi lama, basi. Tak menarik hati. Sementara hati ini menjadi kian dengki. Melihat saudariku melaju sedepah dariku.
Aku tak ingin sia-sia. Upayaku untuk memperbaiki diri memang belum maksimal. Namun, ku usahakan semaksimal mungkin dariku untuk mencapai hasil maksimal.
Ku ingin berbagi. Aku ..............
Ya Rabb, apa aku kekurangan cinta? Hingga ku harus mengemis cinta darinya?
Apakah tak cukup cintaMu saja yang menyelimuti hatiku ini ??
Mengapa ada bayangan lain yang menawarkan cintanya untukku ?
Nafsu. Ya, Nafsu dibalik kata cintanya. Aku menyadarinya. Dan aku menghindarinya. Aku takut azabMu, Ya Rabb.. that’s why. In fact, aku melukainya Ya Rabb. Ampuni aku....

Maaf, ku tak bisa menjaga cintamu, wahai November. Januari telah memutuskannya.
Adakah cara? Menyelesaikan masalah ini dengan baik. Tanpa menyakiti siapa-siapa.
Jika 2 minggu nanti ia melakukannya lagi,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,, apa? Apa yang akan ku katakan?

Hhahah! Pacaran itu bikin addict yah ?! baru tau gw ..
Makanya, hati-hati! Jangan coba-coba pacaran kalo niatnya emang cm coba-coba..

Masih terlalu malu untuk mengungkapkan rasa. Padahal dulu aku sudah berikrar dalam hati, “bila sampai waktunya ku kan mencinta, akan ku cinta ia dengan segala cinta yang ku punya. Takkan ku tutupi lagi rasa ini. Takkan ku lepas.” Tapi, aku masih sulit melakukannya. Ini SALAH. Ikrarku itu salah! Yang akan menjadi soulmateku ever afterlah yang akan kujaga cintanya. Entah dia atau bukan. Yang jelas bukan saat ini aku menjaga cinta seseorang. Namun, seharusnya aku tak perlu sejahat itu. Tak seharusnya ia tersakiti. Aku memang jahat untuk hal satu ini. maafkan aku. Maaf untuk semua air mata itu. Aku berdoa untukmu, untuk setiap tetes air mata itu, agar kau bahagia dengan cintamu kelak. Mungkin aku, mungkin juga saudariku yang lain. Aku yakin, seseorang itu beruntung berada di hatimu. Kau begitu polos. Tulus. :) aku suka. Namun, aku juga menjaga diriku untuk yang nanti mendapatkan cintaku. Mungkin kau, mungkin juga saudaraku yang lain. Aku yakin, Rabb Ta’ala akan mempertemukan aku dengan orang yang tepat bagiku. Yang bisa menghargai cinta dan mimpiku. Menutupi kekuranganku. Menggenggamku dikala gelap. Aku takut gelap. Membimbingku menuju Jannah. Sehingga kita masih bisa bersama di dunia selanjutnya kelak.

Jujur, aku merindunya malam ini.
Awan, di luar hujan. Kau baik-baik saja ??





Di kamar. Sendiri. Di luar, Makassar kembali BASAH..
11 Maret 2010 || 8:22 PM