May 14, 2011

Apa Mauku?

Aku tahu, kamu cuma cinta sama aku.

Kenapa kamu yakin banget?

Karena aku tau, kamu ngelakuin ini karena cuma buat balas budi. Dan aku yakin, kamu ga bener-bener cinta sm dia. Iya kan?

. . . .

Liat aku.

Ngga

Kenapa?

Kalo aku liat kamu, aku lemah. Aku ga bisa liat kamu.


*potongan dialog Cinta Cenat Cenut episode terakhir. Well, it's kinda cenat-cenut. haha! XD


# # # #


Kuakhiri percakapan. Tiba-tiba semuanya berbalik. Beda perspektif. Beda inferensi. Tuhan, ini berbeda.

Jangan paksa aku membahasakan perasaan ini. Bahasa dapat membelot rasa perasaan. Aku takut ada salah paham antara hatiku dan aku sendiri.

Saya yang tidak jelas. Maunya saya apa, juga saya tidak tau. Maaf membuat gantung cerita ini. Maaf menggantung semua angan di dahan, yang tertiup angin, melambai. Ingin bebas tapi tak berkemas.

Oh Tuhan, mungkin sekali lagi harus kumatikan rasa ini. Untuk mengklirkan semua memori, rasa yang sempat hinggap, asa yang mengendap.

Sekali ini, kucabut sumpahku. Kugali kuburmu. Bayanganmu mengintaiku. Tiap detikku, kembali terisi kau. Namun akhirnya harus kulepas lagi.

Sekali lagi kukubur kau dalam hatiku, membiarkanmu lapuk didalamnya. Dan mengucap sumpah tak akan menggali kuburmu bila kurindu.

Mungkin waktu yang salah, waktu yang tidak tepat kau menyapaku lagi. Kau tak menerimaku, namun tak melepasku seutuhnya. Tidak, kita sama-sama melakukannya. Kita tak menerima, namun tidak pula saling melepas seutuhnya. Demi kesenangan bersama, itu menjadi alasan . Menyedihkan. Sangat. Kita berdua kembali menyedihkan. Hanyut di lelehan rasa yang menenggelamkan. Kita berdua tahu, kita harus menepi. Mengapa tak mencoba?

Kita seperti jauh. Namun ada seutas benang terikat di telunjuk kita masing-masing. Mungkin memang benar, Mr. Waktu, salah. Kau salah menempatkan orang. Kumohon, perbaikilah..

Maaf, sayapun sebenarnya tidak siap jika harus menghilang. Tapi, jika itu harus, nothing else I can do.


Terimakasih telah hinggap kembali.

Lega dan hampa. Berbaur sudah.



Aku harus apa??


May 5, 2011

berbanggalahh..!!

jujur, setelah menjelajah kesana-kemari yang ga jelas di dunia maya, saya masih belum menemukan hal yang dapat membuat saya bangga dengan tanah air saya. i need spirit boost!
ini bukan karena perkara tugas CCU tetapi masalah identitasku sebagai generasi muda negeri ini.

so pathetic!

oh tolonglahh.. hampir hopeless saya.
saya diam, tetap tak menemukan hal membanggakan.
dosen-dosen di kampus juga memberi komentar negatif yang tak bisa saya bantah karena memang realita yang ada seperti yang beliau katakan.

negeri Indonesia yang kaya akan sumber daya namun tak mampu memakmurkan seluruh rakyatnya.
negeri Indonesia yang beragama, berbudaya, tahu akan malu, ramah dan cinta damai seakan hilang entah tergerus oleh globalisasi atau memang hanya dongeng indah dari nenek moyang.
negeri Indonesia yang ber Bhineka Tunggal Ika. masih adakah ke-bhineka tunggal ika-an itu? atau bahkan pernahkah ada Bhineka Tunggal Ika dalam realitas kehidupan?

jangan tanya saya, kawan.
selama 19 tahun saya tinggal di rumah kecil di daerah yang dapat dikatakan urban. tetap tak mendapat hal yang membanggakan untuk kubagi dengan saudara yang ada di luaran sana.


banggalah!
Saya Bangga Menjadi Anak Indonesia.




*semoga suatu saat kata itu bukan sekedar kata*