Aug 28, 2012

"bila"


ini mungkin postingan pertama saya selama kkn. entahlah, ada sesuatu yang sangat kuat yang mendorong saya untuk menulis lagi di blog ini.
rasa rindu. yang menyesakkan, yang memenuhi relung hati. rinduuuu sekali. merasa mereka yang jauh disana semakin jauh. alat komunikasi seakan tak berguna. mungkin hanya aku yang merasa rindu merana seperti ini disini. melihat status two-chan tadi pagi membuat rasa rindu yang kemarin mulai memenuhi, kini semakin berdesakan. ingin keluar. tapi entah bagaimana. ottoke?? hiks :'( rasanya pengen langsung pulang. ketemu ibu. karena ayah udah di jakarta. lala udah nge-kos. dian udah mau balik ke malang. Jun, pasti udah sibuk sekolah. ibu nanti jadi kesepian... :( ini nulisnya aja udah berkaca-kaca. maafin, yunn ibu :'(

sebenernya udah ga mau curhat tentang kamu lagi, boy. tapi, entah bagaimana rasa ini bisa netral sedikit. lately, you are always crossed in my mind. saya kepikiran terus. ga tau kenapa. kamu juga mikirin aku? hari ini semua rindu memuncak. termasuk rindu kepadamu. maaf, saya tau ini salah. terlebih lagi kamu pasti akan marah jika tau aku masih memikirkanmu. maaf :'( air mata yang kemarin sepertinya bukan yang terakhir. kini tiap rindu terhadapmu terselip, mungkin air mata yang akan keluar. oke, saya sadar, postingan ini amat sangat mellow dan tak layak baca. tapi kuharap kau membacanya suatu hari nanti, boy. saya rindu. rindu sekali. :(
rindu ini berat. semoga ga lama. mungkin saya nanti jadi mati rasa, Ya Allah.



Bila rindu ini masih milikmu, kuhadirkan sebuah tanya untukmu. harus berapa lama aku menunggumu?

well, saya ga tau saya nunggu siapa. yang kutau, saya rindu. rindu ayah, ibu, dian, jun, lala, kamu-boy.
semoga sehat-sehat saja. bahagia selalu. :)
puncak kangen paling dahsyat adalah ketika keduanya tak saling sms, telepon. tapi diam-diam saling mendoakan. :(

Jul 20, 2012

kacamata kuda


coba kita ingat bagaimana kita sampai di titik ini.
perjalanan jauh telah kita lewati.
kita berdua sadar, ada yang menemani kita selama perjalanan ini.

sekarang mari tanya ia sebelum kita berjalan terlalu jauh.
sebelum kacamata kuda ini menjadi permanen, mari kita berhenti sejenak.
kita berdua sadar, betapa letihnya menggunakan kacamata kuda ini. atau mungkin ini hanya melelahkan bagi saya.
sekarang mari tanya ia sebelum kita semakin berat melangkah, semakin salah mengartikan "ia" yang menemani kita selama perjalanan ini, dan yang pada akhirnya hanya akan menyakiti diri masing-masing.

kemari, duduklah denganku. di samping sini. agar aku bisa merasakan cemasmu, sesakmu, harapmu dan sisa kecewamu terhadap hari kemarin.

saya hanya tidak ingin melukai siapapun lagi. termasuk diri sendiri.
sekarang, apakah dengan memakai kacamata kuda ini lagi saya tidak akan terluka selama perjalanan bersamamu??