rodaku sedang dibawah. tapi aku merasa tidak sedang di bawah. agak sombong? entahlah. aku hanya tidak ingin merasa sulit dan berat di situasi yang sudah lama dirasakan orang tuaku. situasi seperti ini... my family needs me. seperti emergency call saat memulai pertarungan, saat bersiap mengarungi lautan, saat giliran menyampaikan pidato, saat moment penting untuk dirimu tiba. then you got to pick it up.
terpikir untuk take a step back and wait more, patiently. take time to realize, to think about others. i think that's not a bad idea to welcome future. masa depan, akankah berubah? sedang masa lalu hanya memandang dari jauh. dan apakah kita benar-benar berubah?
:) :')
Feb 16, 2013
Dec 30, 2012
curhat akhir tahun.
Oke karena beberapa waktu yang lalu saya pernah lihat postingan teman di socmed yang kalo ga salah isinya, “menulis itu ga perlu kelamaan mikir. Tulis saja langsung. Biarkan kata-kata yang ga sempat diucapkan bibirmu, terurai lewat goresan pena di atas kertas”. Sesimple itu, dan saya sedang mencobanya saat ini.
Jadi ingat waktu kelas translation dulu (lupa translation berapa) kami disuruh menuliskan sebuah narasi pendek tentang apa saja. Dan saya yang masih ngos-ngosan karena telat 3 menit memutuskan menulis kejadian yang saya alami sebelum masuk kelas ini. Hasilnya, dosen saya sangat menyukai narasi saya. Sangat “bercerita” bila dibandingkan dengan narasi dari teman2 yang lain. Tapi sayang, yang dinilai bukan narasinya melainkan cara menginterpretasinya. Haha, sudahlah.
Saya menulis kembali karena… (give me a little time to think) well, saya rasa ga ada yang mau dengar keluhanku. Hal-hal yang menjadi beban pikirku. Ya, mungkin masalahnya bukan di mereka yang ga mau dengar curhatanku, mungkin saya yang ga tau membahasakannnya secara lisan, langsung dan dapat dimengerti. Saya sering merasa sangat cengeng setelah curhat. Itu yang membuatku berpikir dua kali sebelum ngeluh. Saat memulai pembicaraan tentang masalah2ku, saya sadar, masalah itu ga cukup berat. Hanya perasaanku saja yang memainkan perannya dengan sangat baik mampu menutupi logika. Ya, karena itu saya menuliskannya seperti saya sedang berbicara. (ya mungkin sedikit berbeda dari logatku. hhe) berbicara kepada seseorang yang dapat menjadi pendengar dan pembaca yang baik (yang sampai saat ini tak kumengerti bagaimana seseorang dikatan pendengar dan pembaca yang baik). Ya, entahlah. Kurasa tulisanku jauh lebih dapat dimengerti dibanding lisanku.
Sore ini kembali hujan mengguyur kota dengan derasnya. Saya ngarepnya sih malam tahun baru juga hujan. hahaha! Biar jalanan lengang dikit. Biar orang2 banyak yang tinggal di rumah , menghabiskan waktu dengan keluarga, memperbaiki quality time, merenung, membuat resolusi. Ah, resolusi, mengingatkanku pada seorang kakak. Kakak yang tiap tahun baru pasti menanyakan resolusi apa yang kutulis untuk tahun depan. Kakak yang kutahu sangat penyayang dibalik wajah garang dan seragam polisinya, kak Muhammad Irbar a.k.a kak Jackie, yang sampai detik ini masih tak kupercaya ia telah tiada. *Al-Fatihah*
Hari ini tanggal 30 Desember, saya tidak merasakan excitement menyambut tahun baru. Hanya pergantian hari biasa. Menulis resolusi, akan kupikirkan lagi. Saya merasa hal itu menjadi sia-sia jika ga diiringi niat yang penuh, rencana yang matang untuk mewujudkannya. Mungkin malam menjelang tahun baru ini akan lebih bermakna jika kugunakan untuk merenung, mereview ulang, kelakuan, perasaan, keputusan, keberhasilan yang terjadi selama tahun ini. :) Ya, kurasa jauh lebih baik memulainya dari introspeksi diri sebelum mengkhayal dan menuliskannya di lembar resolusiku. :)
Dec 23, 2012
Berserah..
Kapankah pelangi datang
Setelah redanya hujan
Begitupun gelap malam
Takkan tetap, takkan diam
Akan pergi digantikan pagi
Ada tangis lalu ada tawa
Ada manis di balik kecewa
Begitulah biasanya habis luka, datang suka
Terimalah dengan hati yang rela
Berserah pasrahkan semua pada yang Kuasa
Beri yang terbaik sepenuh jiwa
Berserah bukan berarti menyerah
Tapi tak henti percaya
Bahwa kita memang pantas bahagia
Bahagia pasti bersama kita
Bila jalani hidup dengan cinta
Memberi dengan rela terima dengan suka
Setia sabar dan percaya
Berserah pasrahkan semua pada yang Kuasa
Beri yang terbaik sepenuh jiwa
Berserah pasrahkan semua pada yang kuasa
Beri yang terbaik sepenuh jiwa
Berserah bukan berarti menyerah
Tapi tak henti percaya
Bahwa kita memang pantas bahagia
Kapankah pelangi datang
Setelah redanya hujan ♥
Subscribe to:
Posts (Atom)