Mar 13, 2013

Bukan Liburan

Assalamualaikum! Halo halo. Lama ga posting sesuatu yak. Kangen juga nulis ga jelas. Hhe. Selamat pagi menjelang siang untuk seluruh masyarakat Malang di daerah Lembah Dieng :) Ini tepat 13 hari saya tinggal disini. Cukup lama rasanya, mengingat saya disini kerjanya cuma makan-tidur dan belajar menjadi ibu rumah tangga, menemani Dian yang udah dikhianati sama seseorang yang berjanji menemaninya tinggal dikontrakan ini. Umm, rada lebay ya? Okeh maap.. Dan juga berusaha ngelanjutin proposal yang stuck entah karena apa. *lalalalala~ Jelas ini bukan liburan.

13 hari disini saya udah ngapain aja ya?
Well, I can say, saya sudah bisa masak. Menciptakan resep baru! Eureka! Sudah mengencangkan betis dengan jalan kaki dari rumah ke jalan Ijen. T.T Udah nyasar dari depan UM ke terminal Landung Sari T.T Cuci mata di pasar minggu dan matos. Sudah berhasil nyelonong masuk ke perpustakaan 2 universitas ternama disini. Heheh. Dan ya, menemukan pencerahan atas proposal penelitianku iniiiihhh :) :) :) :)

13 hari disini saya banyak yang nyariin ga ya?
Tentu banyak! Banyak yang minta oleh-oleh lebih tepatnya. T.T Padahal saya kesini hanya berbekal tas ransel, beberapa lembar kaos dan uang 20 ribu di dompet. Di bandarapun ada yang nyangka saya gembel karena pake training keluyuran nyari toilet (mana ada gembel naik pesawat yak?)

13 hari disini apa yang saya lewatkan?
banyaaaaakkk!!! T.T Melewatkan XFI, Idola Cilik, That's My Boy, IMB, info2 selebriti, serta berita yang terjadi di Nusantara. Disini ga ada tv mameeeeeeeennn X(
Melewatkan seminar hasil kawan-kawan dan seminar-seminar lainnya di kampus. Saya rindu kampus. Aneh.
Melewatkan waktu konsul dengan pembimbing tercintah. Saya rindu anda, Sir dan siraman rohani yang dititipkan pada coretan kertas proposal saya :*
Saya juga melewatkan info kelas inspirasi makassar. Pendaftarannya udah tutup beberapa hari yg lalu (ini sih karena sok males buka fb -_-)
dan akan melewatkan English Battle 2013!!! T.T maafkan saya teman-teman, kakak-kakak, mam-mam dan sir, pokoknya seluruh panitia. Saya hanya bisa mendoakan dari jauh. Semoga EB '13 lancar jaya, sukses, tak ada hambatan yang berarti, selalu dan akan lebih fun. Good luck! xoxo :)

13 hari ini ada yang berubah ga ya?
ummm,, dari saya pribadi, ada dooongg.. ya itu tadi! jadi bisa masak. hahah! proposal alhamdulillah, mendapat lilin terang. (semoga kembali ke kampuang halaman nan jauh di mato bisa dapet bohlam terang. aamiinn) Endutan? sepertinya. huhu :( makannya udah dikurangin pake banget. tapi mager banget juga. ya sama aja :( lebih putih? yaa, dikit. hhe. rajin luluran. pluuuss udah bisa buat masker kentang :) caranya? googling sendiri aja yaa. hihih..

13 hari disini udah mulai terbiasa. Terbiasa tinggal sendiri. Terbiasa musti masak, kalo ngga ya ngga makan. Malang lagi terik-teriknya. Udah jarang hujan. Kata bapak-bapak yang tinggal sekitaran sini, udah masuk musim kemarau. Tapi kok Makassar masih diguyur hujan yak? Hmm..

13 hari disini, saya makin mencintai pagi dan pemandangan yang hanya disajikan gratis untuk para pecinta pagi. Dari atas rumah, saya bisa lihat barisan gunung di depan, belakang dan samping rumah. lengkap dengan birunya langit dan putihnya awan cirrus serta cumulus. Kabut tipis yang masih menutupi pucuk gedung dari kejauhan seperti gulungan ombak dekat pegunungan. Sinar matahari pagi yang menyipitkan mata diselimuti udara sejuk khas pagi hari di kota Malang. Ya, ini Lembah Dieng dan saya senang tinggal disini. :) :)

Saya sudah menghabiskan 13 hari jauh dari Makassar dan bersisa 6 hari dari jadwal berangkat ke KL. Backpack ke KL saya pending dulu. (Maaf untuk anti dan vina). Akhir tahun insya Allah saya kesana dengan sahabat saya :)


~~~~

13 hari disini, kapan pulang ke Makassar? Entahlah, nunggu golden ticket dulu. Somehow, I miss my life there. :)

Feb 16, 2013

rodaku sedang dibawah. tapi aku merasa tidak sedang di bawah. agak sombong? entahlah. aku hanya tidak ingin merasa sulit dan berat di situasi yang sudah lama dirasakan orang tuaku. situasi seperti ini... my family needs me. seperti emergency call saat memulai pertarungan, saat bersiap mengarungi lautan, saat giliran menyampaikan pidato, saat moment penting untuk dirimu tiba. then you got to pick it up.

terpikir untuk take a step back and wait more, patiently. take time to realize, to think about others. i think that's not a bad idea to welcome future. masa depan, akankah berubah? sedang masa lalu hanya memandang dari jauh. dan apakah kita benar-benar berubah?

:) :')

Dec 30, 2012

curhat akhir tahun.


Oke karena beberapa waktu yang lalu saya pernah lihat postingan teman di socmed yang kalo ga salah isinya, “menulis itu ga perlu kelamaan mikir. Tulis saja langsung. Biarkan kata-kata yang ga sempat diucapkan bibirmu, terurai lewat goresan pena di atas kertas”. Sesimple itu, dan saya sedang mencobanya saat ini.

Jadi ingat waktu kelas translation dulu (lupa translation berapa) kami disuruh menuliskan sebuah narasi pendek tentang apa saja. Dan saya yang masih ngos-ngosan karena telat 3 menit memutuskan menulis kejadian yang saya alami sebelum masuk kelas ini. Hasilnya, dosen saya sangat menyukai narasi saya. Sangat “bercerita” bila dibandingkan dengan narasi dari teman2 yang lain.  Tapi sayang, yang dinilai bukan narasinya melainkan cara menginterpretasinya. Haha, sudahlah.

Saya menulis kembali karena… (give me a little time to think) well, saya rasa ga ada yang mau dengar keluhanku. Hal-hal yang menjadi beban pikirku. Ya, mungkin masalahnya bukan di mereka yang ga mau dengar curhatanku, mungkin saya yang ga tau membahasakannnya secara lisan, langsung dan dapat dimengerti. Saya sering merasa sangat cengeng setelah curhat. Itu yang membuatku berpikir dua kali sebelum ngeluh. Saat memulai pembicaraan tentang masalah2ku, saya sadar, masalah itu ga cukup berat. Hanya perasaanku saja yang memainkan perannya dengan sangat baik mampu menutupi logika. Ya, karena itu saya menuliskannya seperti saya sedang berbicara. (ya mungkin sedikit berbeda dari logatku. hhe) berbicara kepada seseorang yang dapat menjadi pendengar dan pembaca yang baik (yang sampai saat ini tak kumengerti bagaimana seseorang dikatan pendengar dan pembaca yang baik). Ya, entahlah. Kurasa tulisanku jauh lebih dapat dimengerti dibanding lisanku.

Sore ini kembali hujan mengguyur kota dengan derasnya. Saya ngarepnya sih malam tahun baru juga hujan. hahaha! Biar jalanan lengang dikit. Biar orang2 banyak yang tinggal di rumah , menghabiskan waktu dengan keluarga, memperbaiki quality time, merenung, membuat resolusi. Ah, resolusi, mengingatkanku pada seorang kakak. Kakak yang tiap tahun baru pasti menanyakan resolusi apa yang kutulis untuk tahun depan. Kakak yang kutahu sangat penyayang dibalik wajah garang dan seragam polisinya, kak Muhammad Irbar a.k.a kak Jackie, yang sampai detik ini masih tak kupercaya ia telah tiada. *Al-Fatihah*

Hari ini tanggal 30 Desember, saya tidak merasakan excitement menyambut tahun baru. Hanya pergantian hari biasa. Menulis resolusi, akan kupikirkan lagi. Saya merasa hal itu menjadi sia-sia jika ga diiringi niat yang penuh, rencana yang matang untuk mewujudkannya. Mungkin malam menjelang tahun baru ini akan lebih bermakna jika kugunakan untuk merenung, mereview ulang, kelakuan, perasaan, keputusan, keberhasilan yang terjadi selama tahun ini. :) Ya, kurasa jauh lebih baik memulainya dari introspeksi diri sebelum mengkhayal dan menuliskannya di lembar resolusiku. :)