Aug 24, 2010

My Sleepy Busy Tuesday

Assalamualaikum wr.wb

Hi dear! :) How busy and tired my day! How’s yours?
I just finished warmin’ up my brain about Photoshop and Corel Draw. I was trying to created a header for my blog and edited some picts of mine and the result: I NEED A TUTOR BADLY!! :(

This is the best I can do.

I change my blog’s name. kinda sweet, isn’t it? :)

Well, special for the header, I did it this morning. After my morning prayer until couple hours ago. Ngaahhh!
I got some obstacles to finish it.
1. This morning, I companied my grandmom to local clinic near my house. She’s got unknown disease (forgive me, but I have no idea about the illness of her). She threw up this morning and as a good grandchild, I have to pick her up to the clinic but she didn’t wanna go unless my mom accompanied her. However, my mom has a job in her new office this morning and impossible to canceled it. Then, blablabla I got to shut down my laptop, took a bath and went to the clinic with my grandmom. Here are some picts I took there. Hhe, :D

The nearest clinic from my house, just pay ten thousand rupiahs to get there.

The patients waiting patiently to see the doctor. Get well soon, people..!

A boy who just got circumcision. Mmh, maybe something wrong w/that,, I mean him! -_-‘

It’s Kayla. A cute girl who loves to eat medicines. ha-ha!

What can be better than a clean and peace environment? Go Green!

Hayooo… bubble-gum belongs to where?? ^^

Here I am in bentor heading to home, end my trip from clinic.
*hhah! Gw pede banget yak?? ;D

2. When I get back from clinic about 12 pm, I wanted to take some picts of me because my mood was so good to talk with the camera. But, I made her a bowl of porridge first then I take picts.
3. Just a couple minutes, Kanya came. She brought her Barbie and the beauty salon kit to play w/ Lala. But she hasn’t come so I’d play w/ her. Kinda crazy or something, hhe.

“Ow, I’m Tasya” Kanya’s Barbie

Here are their stuffs. Wooot*

Their picts are sooooooo childish! Hehe. Ow, hello Cinta! (Chika’s Barbie)

My Dad is a very loveable guy. He loves children. He also play with them on his spare time. He’s still handsome in his age, isn’t he?
Chika’s kinda difficult to take a pict. Dia ga gila foto banget sebenernya. But her cousin, Kanya,, she’s sooooooo photo maniac.
*who’s the girl in the mirror??

4. here are some picts of mine that I took while playing w/ them..


Hha, enough! Gw cukup malu untuk ngeattach semua foto2 gw (yg ga menarik!)
5. I was exhausted to continue take picts so I took a nap. Unfortunately, I woke up almost breakfasting time! Ckckck..

Actually, those are not very big obstacles. It’s just about the time and mood. I can’t control it well. Yea, but I’m trying. Innallaha ma asshobirin.
I’m staying up tonight because I get (more) enough time to sleep this afternoon, and I’m watching Transformer on RCTI w/ Jun and Lala. Waiting for Sahur, I’m trying to edit some picts again. I hope I got some improvements in learning Editing Media. Huks ;(. But, overall I NEED A TUTOR BADLY! S.O.S!


*Oya, I’d like to congrats to Miss Universe from Mexico, Ms. Jimena Navarette (she’s so cute). Latin America was so triumphant on Miss Universe lately. I remember Miss Universe couple years ago from Amerika Tengah (ato selatan) Stefania Fernandez and DAYANA MENDOZA (huaaa,,, she’s sooo pretty!). And also for Qory San.di.o.ri.va (I have to spell it. Kinda difficult to write it correctly), you did your best. No matter what people said about your ability,, you’re still Miss Indonesia. Cheers up, girl!
CONGRATULATION… !!!



Signed Out w/ love, yunn.
Good Nite universe .. :*

Aug 23, 2010

My Monday

Assalamualaikum wr wb.

Nite dear :) What day is it? Ow ya, Monday. (I still don’t realized the day on my holiday. PIKUN GANAS!)

It’s 13th of Ramadhan, the Second Week full of blessing. How’s your fasting dear? Did you skip it one or two days OR more? (hhe, I dunno what’s in English “bolong puasa”. Tell me if you know, please). You have to replace it after Ied Al-Fitr, then. But I hope yours are running well and all what you did can receive by Allah SWT. Alhamdulillah, I didn’t get such an obstacle during my fasting YET. Hihi..

Well, this morning I went to ICT. Just to check my blog and twitter and I got home at 4pm. That’s it! Really wasting time. Yea, actually those are what I intend to checked, but I also download some songs; Girlicious-Maniac and Taio Cruz-Break Your Heart. Just like what Gamaliel and Audrey Tapiheru mashed it up on youtube. I really love that mashed!

I’m going to be their fan. Hihi..

Anyway, I wondering, is Nivea caused my skin darker? Because this morning, before I went to ICT I used it as moisturizer. Then, when I got home, I found my face darker! Just like I had tanning all day long!! HUAAAAA…. !!!

Honestly, I don’t know much about cosmetics and skin treatment whether my skin is sensitive. I have a bad habit, I’d like to try any new facial foam (only!) but w/ my friend’s consider. Lately, I was trying to treat my skin to look brighter and cleaner. But once I go out of home, what I’ve done is NOTHING! Rrggghhh..

Now, I’m watching CJ7 for the three times (or more, maybe). Nice movie, CJ was so cute. I’d like to have it one someday, if there it is one.


My style today wasn’t so my self! I just tried my mom’s veil. It’s pink (not my fav colors) and not my style. But I love the buttons :) I wear my England t-shirt with my worn-out black jeans and white sandals. Nice, but not the veil. (force my self to wear it)

I’m trying to practice my English by my writing. I know my skill in writing has no progress except lotsa grammatical errors :D

###

HAAYYYYAAAA,,,, makin ga jelas aja postingan gw kali ini (and soooo many grammatical errors). Yeaa, just wanna spill it up, what I wanna say when no one wanna listen to me.

Well, maybe I should fix my blog. It’s getting untidy after I utak-atik dengan ke-sok-tahuan-ku.

Hhehe.

It’s too late of night and I’m afraid if late to wake up for Sahur. So, I should go to bed NOW.

Signed Out with Love, yunn. Nite universe :*

“Bismikaallahummaahya wa bismika amuut..”

Living Room

23 august 2010|11.37

Aug 20, 2010

Adab Membaca Al Qur'an

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. :)

Alhamdulillah, sekarang sudah tanggal 20 Agustus means udah puasa yang ke 10. Ga terasa banget yahh.. I’m going to miss Ramadhan when its gone. Alhamdulillah, puasa tahun ini gw ngerasain banget yang namanya berpuasa/beribadah. Berusaha mendekatkan diri padaNya. Memperbaiki habit, meski terseok-seok, namun insyaAllah berubah. Allah ga akan mengubah keadaan suatu kaum kecuali ia sendiri yang mengubahnya. (gw ga bisa mungkir dari hal itu. It’s TRUE!)

Well, sekarang gw mau share sedikit info seputar membaca Al Qur’an. Bukan cara bacanya ato gimana cara supaya kita bisa lancar bacanya, tapi gimana kita mestinya berperilaku terhadap Al Qur’an. Membaca Al Qur’an itu sama halnya ketika kita berdialog dengan Allah SWT. Jadi sudah sepatutnyalah jika kita harus memperhatikan adab-adab bercengkerama dengan firman Allah SWT dalam kitabNya yang suci yang diturunkan kepada manusia yang paling suci oleh yang Maha Suci.

Postingan kali ini gw ga buat sendiri (secara wawasan gw soal agama masih cetek banget). Gw salin (semalam suntuk abis dari taraweh sampe jam 3! -_-“) dari buku yang dibawa sama ibu gw dari Malang, yang jadi favorit gw bulan ini, The Complete Book of Zikir karya Imam An Nawawi. Imam An Nawawi adalah seorang ulama besar kenamaan dalam bidang fikih, hadits, dan bahasa yang mewariskan berbagai peninggalan berharga. Yahh, gw ga tau banyak soal beliau. Maybe next post I’ll write about him.

###

Dalam Sunan Abu Daud dan Musnad Ad Darami, Sa’ad bin Ubaidah r.a. menceritakan sabda Rasulullah saw., “Barang siapa membaca Al Qur’an kemudian melupakannya, pada hari Kiamat nanti, Allah akan membangkitkan dalam kondisi cacat tubuh.”1

1Abu Daud (no. 1474); Ad Darami (no. 3340). Al Mundziri berkata, “ Dalam sanad hadits ini terdapat perawi yang bernama Yazid bin Abu Ziyad Al Hasyimi Al Kuffi. Hadits yang diriwayatkan Yazid tidak bisa diterima sebagai dalil. Selain itu, ada juga perawi bernama Isa bin Qa’id. Dia meriwayatkan hadits ini dari seorang yang mendengar dari Sa’ad bin Ubaidah. Berarti hadits ini berstatus munqathi (terputus).”



Berikut ini beberapa adab bagi pembaca Al Qur’an:

a. Anjuran pertama bagi para pembaca Al Qur’an adalah ikhlas dalam membacanya. Hendaknya mereka berniat hanya karena Allah SWT dan tidak berniat selain itu. Kemudian, mereka harus menjaga tata krama terhadap Al Qur’an. Mereka harus menyadari dengan sepenuh hati bahwa mereka sedang berdialog dengan Allah dan sedang membaca firman Allah. Hendaknya mereka membaca Al Qur’an dalam kondisi seolah-olah melihat Allah. Jika tidak mampu, yakinlah bahwa Allah melihat mereka.

b. Alangkah lebih baiknya apabila sebelum membaca Al Qur’an, seseorang membersihkan mulutnya dengan siwak atau dengan yang lain. Dalam pemilihan kayu untuk siwak, hendaknya digunakan kayu jenis arak. Namun, siwak dengan kayu jenis lain juga diperbolehkan, seperti kayu idan, sa’ad, asynan, cuilan benda keras dan benda lain yang berfungsi membersihkan.

c. Adapun bersiwak menggunakan jari tangan, para ulama sahabat Imam Syafi’i memiliki tiga pendapat. Pertama, ini pendapat yang paling populer, membersihkan mulut dengan jari tangan masih belum bisa dianggap bersiwak. Kedua, membersihkan mulut dengan jari tangan sudah bisa dianggap bersiwak. Ketiga, jika tidak ada alat lain, membersihkan mulut dengan jari tangan sudah bisa dianggap bersiwak. Namun, jika ada alat yang lain, jari tangan tidak bisa dianggap sebagai siwak.

d. Bersiwak hendaknya dimulai dari arah mulut sebelah kanan dan berniat menunaikan sunnah. Sebagian ulama Asy Syafi’iyah mengatakan, “Saat bersiwak, hendaknya dibaca doa, Allahumma barik fihi ya Arhamar Rahimin (Ya Allah, dengan bersiwak ini, berkahilah aku, wahai Zat yang Maha Pengasih diantara orang-orang yang pengasih).” Baik gigi bagian luar maupun gigi bagian dalam, semua menjadi objek gosokan siwak. Dengan lemah lembut, siwak digerakkan disetiap sisi gigi, permukaan gigi, dan langit-langit mulut. Hendaknya menggunakan siwak kayu berukuran sedang, tidak terlalu keras dan tidak terlalu lembek. Jika kayu siwak tampak sangat kering, hendaknya dilembekkan dengan air.

e. Apabila dalam mulut terdapat najis, darah, atau yang lain, sebelum dibersihkan, seseorang dimakruhkan untuk membaca Al Qur’an. Dalam kondisi mulut bernajis, apakah Al Qur’an diharamkan? Ada dua pendapat. Namun, pendapat yang paling kuat kebenarannya adalah tidak diharamkan.

f. Dalam membaca Al Qur’an, hendaknya seseorang menyertakan rasa khusyuk, penuh penghayatan, dan kerendahan hati. Inilah tujuan pokok yang diharapkan dalam membaca Al Qur’an. Dengan begitu hati seseorang akan terasa lapang dan terang bercahaya. Dalil-dalil tentang hal ini sangat banyak dan terlalu populer untuk disebut. Dikisahkan, ada sekelompok ulama salaf yang gemar terjaga pada waktu malam. Salah seorang diantara mereka, ada yang membaca satu ayat Al Qur’an dalam waktu semalam suntuk atau dalam sebagian besar waktu malam. Hal itu terjadi karena dia sangat menghayati bacaan Al Qur’annya. Bahkan, karena kekhusyukan dan penghayatan mendalam terhadap bacaan Al Qur’an, ada sebagian ulama salaf yang pingsan dan adapula yang meninggal dunia.

g. Saat membaca Al Qur’an, seseorang disunnahkan untuk menangis. Hendaknya berpura-pura menangis jika seseorang belum mampu untuk menangis. Tangisan saat membaca Al Qur’an adalah salah satu sifat orang-orang yang makrifat dan menjadi syiar bagi hamba-hamba Allah yang saleh. Allah Swt. telah berfirman, “… dan mereka menyungkur atas muka mereka sambil menangis dan mereka bertambah khusyuk”(QS Al Isra’, 17:109).

h. Dalam kitab Al Tibyanu Fi Adabi Hamlati Al Qur’aini, telah diturunkan banyak atsar tentang masalah ini. As Sayyid Al Jalil, sang pemilik karamah dan makrifat, Ibrahim Al Khawash berkata, “Obat hati ada lima perkara: membaca Al Qur’an dengan penghayatan, perut kosong, shalat malam, berzikir dan berdoa khusyuk pada waktu sahur, dan mengikuti majelis orang-orang saleh.”

i. Membaca Al Qur’an dengan mushaf lebih utama daripada membaca dengan hapalan yang dimilikinya. Hal tersebut didasari pada pendapat para ulama Asy Syafi’iyah dan menjadi pendapat populer para ulama salaf. Akan tetapi, demikian ini tidak secara mutlak. Artinya, apabila membaca Al Qur’an dengan hapalan disertai penghayatan dan perenungan, diiringi kesadaran hati dan pandangan, serta mampu mengambil ibrah lebih banyak daripada membaca mushaf Al Qur’an, membaca dengan hapalan yang dimilikinya dapat dikatakan lebih utama. Akan tetapi, apabila dalam kondisi setara, membaca Al Qur’an dengan mushaf lebih utama. Ini yang dimaksudkan oleh para ulama salaf.

j. Ada beberapa atsar yang menjelaskan keutamaan membaca Al Qur’an dengan suara keras. Akan tetapi, dalam beberapa atsar yang lain, ada pula yang menjelaskan keutamaan membaca Al Qur’an dengan suara pelan.

k. Dalam upaya menggabungkan kedua atsar yang seolah bertentangan tersebut, para ulama berkata, “Membaca Al Qur’an dengan suara pelan dapat menghindarkan seseorang dari sifat riya’. Ini lebih utama bagi orang-orang yang khawatir akan sifat riya’ dalam dirinya. Sementara itu, bagi orang-orang yang tidak merasa khawatir akan sifat riya’ dalam dirinya, membaca Al Qur’an dengn suara keras lebih diutamakan dengan syarat bacaan keras mereka tidak mengganggu orang lain, seperti orang yang sedang shalat, orang tidur, atau yang lainnya. Adapun dalil keutamaan membaca Al Qur’an dengan suara keras, pelaksanaannya adalah suatu keagungan dan biasanya bisa memberikan manfaat kepada orang lain. Bacaan keras juga dapat menyadarkan hati pembaca, membuat fokus pikiran, dan memusatkan pendengaran. Selain itu, bacaan keras dapat mengusir rasa kantuk, menambah kerajinan, menyadarkan orang lain yang tertidur dan terlena sehingga bisa menjadi rajin. Apabila seseorang yang membaca Al Qur’an mampu memberikan reaksi positif seperti itu, bacaan keras lebih utama baginya.

l. Dalam membaca Al Qur’an disunnahkan untuk memperindah suara dan menghiasinya dengan seni. Namun, semua ini tidak boleh melebihi batas-batas aturan dalam pembacaan Al Qur’an, seperti membaca bacaan panjang dengan berlebih-lebihan. Haram hukumnya membaca Al Qur’an dengan penyelewengan hingga menambahkan satu huruf atau menghilangkan satu huruf. Adapun hokum membaca Al Qur’an dengan dengan dilagukan, sebagaimana telah dijelaskan, apabila terjadi penyelewengan dalam pembacaan, hukumnya haram. Namun, apabila tidak terjadi penyelewengan, membaca dengan dilagukan tidaklah haram. Banyak sekali hadits-Hadits sahih dan populer yang menjelaskan penganjuran memperindah suara saat membaca Al Qur’an.

m. Ketika membaca Al Qur’an mulai dari pertengahan surat, seseorang disunnahkan untuk memulai dari awal dialog yang memiliki korelasi antara satu ayat dan ayat yang lainnya. Demikian juga saat berhenti , sebaiknya bacaan berhenti di suatu ayat yang masih memiliki korelasi dan di akhir dialog. Saat memulai atau menghentikan bacaan Al Qur’an tidak terikat pada standar ukuran juz, hizib, atau sepersepuluh juz. Kebanyakan standar ukuran juz, hizib, dan sepersepuluh juz berada di pertengahan dialog. Janganlah sampai tertipu dengan hal itu. As Sayyid Al Jalil Abu Ali Al Fudhail bin Iyadh r.a. berkata, “Jangan pernah engkau merasa asing untuk meniti jalan kebenaran karena hanya sedikit orang yang meniti jalan itu. Jangan engkau tertipu dengan banyaknya jumlah orang yang berbuat kerusakan.”

n. Senada dengan ucapan tersebut, para ulama mengatakan, “Membaca satu surat dalam Al Qur’an dengan sempurna, lebih utama daripada membaca sebagian ayat dalam surat yang panjang. Karena dengan membaca sebagian ayat saja dalam suatu surat, di beberapa kondisi dan tempat, banyak orang yang kehilangan korelasi ayat.”

o. Diantara perbuata bid’ah yang dilakukan oleh orang-orang yang menunaikan shalat tarawih, mereka membaca seluruh ayat surat Al An’am dalam rakaat terakhir pada malam ketujuh Ramadhan dengan keyakinan bahwa perbuatan itu disunnahkan. Mereka beranggapan bahwa seluruh ayat dalam surat Al An’am diturunkan secara sekaligus. Pada perbuatan mereka itu terkumpul beberapa tindak kemungkaran. Pertama, mereka berkeyakinan bahwa perbuatan mereka adalah sunnah. Kedua, mereka menciptakan kesalahpahaman orang awam. Ketiga,Keempat, hal itu membuat lama berdiri (shalat) para makmum. Kelima, kadang-kadang pembacaannya sangat cepat seperti igauan. Keenam, berlebih-lebihan dalam menganggap ringan rakaat-rakaat sebelumnya. mereka memanjangkan bacaan dalam rakaat kedua melebihi panjang bacaan rakaat pertama.

p. Boleh hukumnya membaca suatu surat dalam Al Qur’an dengan nama surat Al Baqarah, surat Ali ‘Imranm surt An Nisa’, surat Al Ankabut, atau surat yang lain. Penyebutan nama surat seperti itu tidak dimakruhkan. Namun, menurut sebagian ulama salaf, penyebutan seperti itu hukumnya makruh. Akan tetapi, hal yang diperbolehkan adalh mengatakan bahwa surat yang didalamnya menjelaskan kaum wanita (An Nisa’). Penyebutan seperti ini juga berlaku untuk surat-surat yang lainnya.

q. Dari dua pendapat ini, pendapat pertama yang dinilai lebih benar. Pendapat ini menjadi pilihan mayoritas ulama umat Islam, baik ulama klasik maupun modern. Sementara itu, hadits dari Rasulullah yang menjelaskan hal ini sangat banyak, tidak terhitung jumlahnya. Demikian pula jumlah atsar para sahabat Nabi dan para tabiin, tidak terhitung jumlahnya.

r. Tidak dimakruhkan jika seseorang berkata bahwa bacaan ini sesuai dengan bacaan Abu Amr, Ibnu Katsir, atau ulama yang lain. Ini menurut pendapat mazhab sahih yang dipilih para ulama klasik dan modern. Tiada keingkaran dalam masalah ini. Hanya, Ibrahim An Nakha’I berkata, “Para ulama menghukumi makruh bagi orang yang mengatakan sesuai dengan sunnah si Fulan atau sesuai bacaan si Fulan.” Akan tetapi yang paling benar adalah sebagai mana yang telah dijelaskan sebelumnya.

s. Makruh hukumnya mengatakan, “Aku telah lupa ayat ini atau surat itu.” Alangkah lebih baiknya apabila seseorang berkata, “Aku telah dilupakan terhadap ayat atau surat ini. Aku belum ingat ayat atau surat ini.”



Sumber: The Complete Book of Zikir. Mutiara Lengkap Zikir dan Doa Rasulullah SAW. Imam An Nawawi.